Jumat, 06 Mei 2011

DESAIN PENATAAN KAMPUNG PAHANDUT

Wijanarka
Terbit dalam Majalah Ilmiah MAKET Vol. 1 No.1 bulan April 2007, terbitan HMA Universitas Palangka Raya.

LATAR BELAKANG

Kampung Pahandut merupakan salah satu kampung tertua di daerah aliran sungai Kahayan bagian hilir, seperti halnya kampung Maliku, Pulang Pisau, Buntoi, Penda Alai dan Gohong. Diceritakan terdapat seorang tokoh yang disegani oleh seluruh warga masyarakat Dukuh Bayuh karena mempunyai kelebihan yang sangat menonjol. Sang tokoh dianggap memiliki esaktian” dan “ilmu” serta oleh masyarakat setempat dipercaya sebagi “orang pintar”. Masyarakat Dukuh Bayuh bahkan masyarakat dari daerah lain sering minta pertolongan pada sang tokoh tentang beberapa hal. Sang tokoh tersebut mempunyai anak-sulung laki-laki yang bernama Handut; dan sesuai adat orang Ngaju yang menganut ujaran teknonomi, yaitu sepasang suami istri yang sudah berumah tangga dan sudah mempunyai anak, biasa disapa (dipanggil) secara akrab memakai nama anak sulung. Maka tokoh Desa Bayuh yang “berilmu” itu sangat akrab disapa Bapa handut.

Ketika usianya sudah lanjut, Bapa Handut sering sakit-sakitan, dan seketika keadaan sakitnya sudah parah nampaknya sulit menghembuskan nafas terakhir. Warga Desa Bayuh merasa cemas dan prihatin atas penderitaan sang tokoh yang mereka hormati. Akhirnya kehendak Tuhan pun terjadi dan wafatlah Bapa Handut diiringi kesedihan dan isak tangis seluruh warga. Tokoh yang dihormati dan segani telah tiada.

Guna mengenang dan menghormati sang tokoh yang sangat berpengaruh tersebut, semua warga masyarakat setuju Desa Bayuh diubah namanya menjadi Desa “Pahandut”(yang berasal dari kata Bapa handut-panggilan akrab Sang Tokoh). Siapa nama asli Sang Tokoh itu, ternyata orang keturunan “asli” desa Pahandut tidak dapat memberi jawaban.

Keberadaan Kampung Pahandut juga dilaporkan oleh para misionaris (para pengabar Injil) dari jerman. Pada tahun 1859, Kampung Pahandut tercantum dalam peta yang dibuat para misionaris tersebut, dan Kampung Pahandut merupakan salah satu pangkalan (stasi) dari kegiatan penyebaran agama kristen di sepanjang Sungai Kahayan. Laporan selanjutnya dari para misionaris menyebutkan bahwa tahun 1896, Misionar G.A Alt bertugas di Stasi Pahandut, dan telah terbentuk jemaah Kriaten dengan berdirinya bangunan gereja di Kampung itu. Letak bangunan gereja tersebut diperkirakan berada di Jalan Kalimantan sekarang. Pada tahun 1957, bangunan gereja yang terletak di tengah jalan tersebut, dibongkar untuk keperluan pembangunan dan pengaspalan jalan.

 Foto Udara Kampung Pahandut (Tepi Sungai) Tahun 2004


Kini nama Kampung Pahandut telah berkembang menjadi Palangka Raya, dan kini menjadi kawasan kota lama-nya  Palangka Raya. Pada tahun 2005, dengan Bantuan Teknis dari Departemen Kimpraswil Direktorat Jenderal Tata Perkotaan Dan Tata Pedesaan telah disusun Perencanaan dan Penataan Revitalisasi Kawasan Pusat Kota Palangka Raya. Dalam kegiatan ini telah ditetapkan Kawasan Situs Pesangrahan Presiden RI Pertama hinga Dermaga Rambang sebagai kawasan Prioritas Pertama. Untuk itu, guna menindaklanjuti kegiatan ini diperlukan sutau Penyusunan  Penataan Kawasan Kota Lama Palangka Raya. Penyusunan Penataan merupakan tahapan kegiatan penyusunan Rencana Detail Teknis berdasarkan Studi Kelayakan dan Program Investasi Revitalisasi  Kawasan yang telah ada serta mengacu pada Kerangka Acuan Kerja (KAK) dan ketentuan teknis yang telah ditetapkan.

 
MAKSUD DAN TUJUAN

Penyusunan PENATAAN Penataan Kawasan Kota Palangka Raya ini dimaksudkan sebagai pedoman teknis dalam pelaksanaan pembangunan pada Kawasan Kota Lama Palangka Raya. Dengan maksud ini, tujuan yang akan dicapai adalah : 1). Tersusunnya rencana arsitektur kawasan, prasarana dan sarana serta utiluitas kawasan, beserta uraian konsep, 2 ). Tersusunnya Rencana struktur prasarana dan sarana serta utilitas kawasan, beserta uraian konsep dan perhitungan strukturnya dan 3). Dan tersusunnya Perkiraan biaya pelaksanaan.

Dengan poin-poin tersebut diatas, diharapkan pelaksanaan pembangunan di kawasan Kota Lama Palangka Raya dapat mencapai sasaran, tapat waktu dan tepat guna serta memberikan hasil perencanaan yang baik.


BATAS FISIK KAWASAN PERENCANAAN

Mengacu Sejarah Kota Lama Palangka Raya diatas, dapat disimpulkan bahwa kawasan Kota Lama berada di jalan yang kini bernama jalan Kalimantan tepatnya antara Situs Gereja Awal mula kota hingga Situs Dermaga Rambang yang dipakai Presiden RI Pertama berlabuh ketika belau akan memancangkan tiang pertama pembangunan kota Palangka Raya.  Diantara kedua Situs tersebut tepatnya sekitar Situs Gereja Awal Mula Kota terdapat Situs Pesanggaran tempat menginap Presiden RI Pertama ketika beliau berkunjung ke Palangka raya tahun 1957.

Dengan demikian kawasan tersebut diatas merupakan kawasan perencanaan dalam kegiatan Penyusunan Penataan  Kawasan Kota Palangka Raya.

 
ARSITEKTURAL KAWASAN

Situs / Arsitektur Bersejarah Dan Perangkat Arsitektur Tradisional Dayak
Pada kawasan perencanaan terdapat 3 (tiga) bangunan bersejarah yaitu : Situs Gereja Awal Mula, Situs Pesanggrahan Sukarno dan Situs Dermaga Rambang Awal mula. Dari ketiga situs tersebut, hanya situs Dermaga Rambang Awal Mula yang hingga kini masih ada bekasnya.  Ditinjau dari umur bangunan, pada tahun 2007 nanti, ketiga situs tersebut telah mencapai umur 50 tahun atau lebih sehingga ketiga situs tersebut dapat dikategorikan sebagai Cagar Budaya yang harus dikonservasi.


Selain itu, pada kawasan perencanaan terdapat 1 (satu) bangunan rumah tinggal khas Dayak yang menurut pemiliknya telah berumur lebih dari 50 tahaun. Rumah tinggal khas Dayak ini berada di Jl. Kalimantan. Sehingga, dengan demikian rumah tinggal khas Dayak ini juga merupakan Cagar Budaya yang harus dikonservasi.

Bila ditinjau secara arsitektur tradisional Dayak, pada Jl. Kalimantan ini juga terdapat Patahu. Selain itu, juga terdapat Sandung yang mana letak Sandung ini berada di persimpangan Jl. Darmosugondo – Jl. Murjani – Jl. Nias. Karena Sandung ini umurnya lebih dari 50 tahun, maka keberdaan sandung tersebut merupakan Cagar Budaya yang juga harus dikonservasi.


Arsitektural Rumah Tinggal
Ditinjau dari arsitektural rumah tinggalnya, pada kawasan perencanaan hampir seluruhnya rumah tinggalnya terbuat dari bahan kayu. Rumah-rumah kayu ini umumnya berada di bantaran sungai sehingga berbentuk panggung. Selain rumah tinggal kayu dan panggung, di Jl. Kalimantan beberapa rumah tinggalnya terbuat bari bahan permanen.

Kualitas Kawasan
Secara kualitas kawasan, kualitas kawasan pada kawasan perencanaan terlihat tidak tertata. Kondisi ini mengakibatkan kualitas kawasan menjadi menurun sehingga dapat dikategorikan sebagai kawasan kumus dan padat.


SARANA / PRASARANA KAWASAN

Jalan Lingkungan Dan Drainase
Pada kawasan perencanaan jalan lingkungan terdiri dari jalan aspal dan jalan titian yang terbuat dari kayu. Jalan Aspal terdapat pada daratan seperti Jl. Kalimantan dan Jl. Nias. Sedangkan jalan titia kayu terdapat di lingkungan perumahan yang ada di bantaran sungai.

Ditinjau dari Drainase kawasan, pada Jl. Kalimantan, drainasenya tertutup oleh beton-beton penghubung jalan dengan rumah tinggal masing-masing penduduk. Drainase ini terletak di tepi jalan. Sedangkan untuk jalan titian kayu, tidak terdapat drainase sehingga air kotor lamgsung dibuang ke bantaran sungai. Kondisi ini mengakitkan kawasan menjadi kumuh.

Fasilitas Umum Dan Sosial
Fasilitas umum dan sosial yang ada di kawasan perencanaan adalah bangunan religus yaitu Masjid. Masjid-masjid ini  dibangun di bantaran sungai dengan konstruksi bangunan berupa kayu.

UTILITAS KAWASAN

Air Minum
Air Minum kawasan menggunakan air PDAM dan air sumur. Air PDAM disalurkan melalui pia-pipa yang ada di tepi jalan yang selanjutnya disalurkan kepada pelanggan. Sedangkan air sumur dibangun secara pribadi pada lahan milik yang ditempati oleh penduduk setempat

Listrik Dan Telepon
Listrik dan Telepon disalurkan dengan jaringan tiang listrik yang ditanam oleh PLN maupun Telkom pada tepi jalan. Dari Tiang-tiang listrik dan tiang-tiang telepon ini, didistribusikan kepada pelanggan yang ada di kawasan perencanaan.

Ditinjau dari penerangan jalan, meskipun telah ada Tiang dan Kabel listrik, penerangan jalan pada kawasan perencanaan kurang maxsimal. Hal ini disebabkan karena sebagai besar lampu / penerangan jalan tidak nyala di amalam hari. Kondisi ini mengakibatkan kawasan berkesam suram.

Persampahan
Sistem Persampangan yang ada di kawasan perencanaan adalah adanya Tempat Pembuangan Sementara (TPS) di Jl. Kalimantan. Dengan TPS yang ada, penduduk setempat akan membunag sampahnya pada TPS ini dan menurut jadwal, tiap padi sampah yang ada di TPS tersebut diangkut oleh Truck - Trick sampah milih Dinas Pasar, Kebersihan dan Pertamanan Kota Palangka Raya ke Tempat Pembuangan Akhir  (TPA).

Meskipun telah disediakan TPS, penduduk yang tinggal dibantaran sungai sebagain besar membuang sampahnya langsung ke bantaran sungai. Kondisi ini mengakibatkan kesan kumuh yang tidak sehat, terutama di masing kemarau.

Dalam mewujudkan pembangunan fisik, direncanakan dibagi dalam 4 (empat) tahapan pembangunan, yaitu :

  1. Tahap I, Penataan Jl. Kalimantan sepanjang kurang lebih 350 meter.
  2. Tahap II, Pembangunan Taman Wisata Air Pada Situs Dermaga Rambang Awal Mula dan penataan jalan sekitar Sandung Ngabe Sukah
  3. Tahap III, Pembangunan Titian Penghubung Taman Wisata Air Dengan Pesanggrahan Sukarno dengan pembangunan sejumlah kios makanan dan souvenir pada salah satu tepinya.
  4. Tahap IV, Rekonstruksi Adaptasi Area Pesanggarahan Sukarno dengan merekonstruksi Pesanggrahan Sukarno seperti aslinya, meredevelopment permukiman yang ada dan pembangunan pesangrahan-pesangrahan mini sebagai penginapan obyek wisata.

Sesuai dengan rencananya, area Tahap I (Jl. Kalimantan) ini direncanakan dengan cara penataan  kembali. Untuk itu, Desain Penataan yang dijabarkan dalam Tapak Tahap I (Jl. Kalimantan ini) meliputi item pekerjaan sebagai berikut : 1). Pekerjaan Pendahuluan, 2). Pekerjaan Pengaspalan Jalan, 3). Pekerjaan Drainase, 4). Pekerjaan Gorong-Gorong, 5). Pekerjaan Taman / Sreet Furniture dan 6). Pekerjaan Lampu Jalan Dan Lampu Taman

Dalam Tapak Tahap I (Jl. Kalimantan) ini, direncanakan adanya taman diatas plat beton saluran Drainase. Pada kedua tepi jalannya direncanakan dengan paving sehingga jalan aspal tersebut diapit oleh kedua paving pada sisi luarnya. Ketinggian Paving dan jalan aspal tersebut adalah rata atau sama. Pada paving tersebut diletakkan Lampu Jalan dan Lampu Taman yang diletakkan secara bersilangan  dengan jarak 50 meter. Selain itu terdapat juga bak-bak sampah dan hidrant yang diletakkan pada taman tersebut. Jarak antar bak sampah adalah 25 meter yang diletakkan secara bersebelahan dan bersilangan. Sedangkan jarak antar hidrant adalah 50 meter. Peletakan hidrant tersebut mengikuti saluran PDAM yang ada di Jl. Kalimantan.  Pembangunan Tahap I ini, di awal tahun 2007 ini, pembangunannya sedang dilaksanakan
 Peta Existing Kampung Pahandut

 Beberapa Situs Bersejarah Di kampung Pahandut
 Tumpang Tindih Exsisting & Reencana

Rencana Tapak
Peta Tahapan Pembangunan
Denah Pengembangan Situs Dermaga Rambang

 Tampak Depan Pengembangan Situs Dermaga Rambang
 Tampak Samping Pengembangan Situs Dermaga Rambang
 Perspektif Desain Situs Dermaga Rambang Dari Arah Jl Kalimantan
 Perspentif Desain Situs Dermaga Rambang Dari Sungai Kahayan
 Denah Pengembangan Taman / Danau Buatan Di Depan Situs Pesanggrahan Soekarno
 Tampak Depan & Samping Taman / Danau Situs Pesanggrahan Soekarno
 Tampak Depan & Samping Gasebo
 Perspektif Taman / Danau Buatan Pesanggrahan Soekarno Dari Jl. Kalimantan
 Perspektif Taman / Danau Buatan Dari Pesangrahan Soekarno
Desain Koridor Jl. Kalimantan


Tidak ada komentar:

Posting Komentar